Dora Marie Sigar dan Presiden Prabowo
Dora Marie Sigar, ibu dari Prabowo Subianto, lahir pada 21 September 1921 di Manado, Sulawesi Utara. Orang tua Dora adalah Philip Frederik Laurens Sigar (1885-1946), seorang pejabat pemerintah dan anggota Volksraad, serta Cornelie Emilia Maengkom (1888-1946), keduanya berasal dari keluarga birokrat Minahasa.
Philip Sigar memiliki latar belakang sebagai anggota Gemeenteraad Manado (1920-1922) dan pejabat Sekretaris Residen Manado (Gewestelijk Secretaris) (1922-1924). Dora memiliki keturunan Minahasa dan Jerman.
Philip Frederik Laurens Sigar
Philip Frederik Laurens Sigar (1885-1946) adalah ayah dari Dora Marie Sigar, ibu Prabowo Subianto. Dia adalah seorang pejabat pemerintah Hindia Belanda dan anggota Volksraad, parlemen Hindia Belanda, pada awal abad ke-20. Philip Sigar berasal dari keluarga birokrat Minahasa, Sulawesi Utara, dan memiliki keturunan Jerman.
Asal Usul Kata Yonge
“Jong” dalam bahasa Belanda atau Jerman bisa berarti “muda” atau “pemuda”. Sementara “Yonge” bisa jadi variasi penulisan dari “Jonge”, yang juga berarti “muda” dalam bahasa Belanda. “Yong” bisa jadi variasi penulisan atau nama dalam konteks tertentu.
Philip Frederik Laurens Sigar dan Jenderal De Jonge
Jenderal De Jonge
Jenderal De Jonge, atau Bonifacius Cornelis de Jonge, adalah Gubernur Jenderal Hindia Belanda (1931-1936). Dia dikenal karena kebijakannya yang keras dalam menghadapi pergerakan nasional Indonesia, termasuk pembuangan tokoh-tokoh nasionalis seperti Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir.
Jong ala Soekarno
Soekarno menggunakan istilah “Jong” (muda) untuk organisasi pemuda seperti Jong Java (1915) dan Jong Sumatera (1917) untuk memobilisasi semangat nasionalisme di kalangan pemuda Indonesia. Ini adalah bagian dari perjuangan kemerdekaan Indonesia, berbeda dengan kebijakan De Jonge yang lebih represif.
Megawati dan Yonge Sihombing
Yonge Sihombing, pernah bertemu dengan Megawati Soekarno Putri pada tahun 1999 di Hotel Danau Toba, Medan dalam acara sosialisasi lahirnya PDI Perjuangan.
Sabam Sirait dan Yonge Sihombing
Lalu, pada tahun 2002, Yonge Sihombing juga bertemu dengan Sabam Sirait di DPR RI, membahas tentang peran negara barat dan Eropa di Indonesia utamanya kaum minoritas.







