Scroll untuk baca artikel
Ensiklopedia

PRABOWONOMICS: Diplomasi Ekonomi dan Kedaulatan Pangan Global

59
×

PRABOWONOMICS: Diplomasi Ekonomi dan Kedaulatan Pangan Global

Sebarkan artikel ini

Jakarta, The PRINT, 25 Juli 2026

Bab 24 buku bilingual Prabowonomics karya Yonge Sihombing, S.E., M.B.A. mengulas Diplomasi Ekonomi dan Kedaulatan Pangan Global sebagai strategi Presiden RI Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto menjadikan Indonesia pemain utama, bukan penonton. Menurut penulis, politik luar negeri harus berdampak langsung ke perut rakyat berdasarkan Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945.

Buku setebal 946 halaman yang diterbitkan The Prabowonomics Institute ini menempatkan Bab 24 dalam Bagian 5 – Program Ekonomi Prioritas.

Buku Prabowonomics menegaskan bahwa seluruh kebijakan ekonomi dalam buku ini berakar pada Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945 serta semangat pidato Presiden Prabowo Subianto. Pasal 33 menjadi dasar kedaulatan ekonomi dan Pasal 34 menjadi dasar negara hadir untuk rakyat.

“Kita berteman dengan semua, tapi tunduk pada kepentingan rakyat Indonesia. Dagang iya, tapi jangan sampai kita impor yang kita bisa tanam sendiri,” kata Yonge di Jakarta, Jumat (25/7/2026).

Dalam Bab 24: Diplomasi Ekonomi dan Kedaulatan Pangan Global, buku ini merinci perjanjian dagang baru, ekspor produk hilir, dan kerja sama pangan dengan negara sahabat. Indonesia dorong posisi sebagai lumbung pangan, energi, dan mineral kritis dunia.

“Pak Prabowo bilang, kita harus berani. Kalau harga komoditas kita ditekan, kita stop. Kalau mereka butuh nikel, sawit, beras, kita yang atur. Itu namanya kedaulatan,” jelas Yonge.

Yonge menilai, diplomasi ekonomi Prabowonomics juga melindungi petani dan nelayan. Impor hanya kalau defisit, dan harus melalui BUMN Pangan serta Koperasi Merah Putih.

“Logika Prabowonomics: perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Itu Pasal 33. Dan negara wajib hadir memastikan rakyat tidak kelaparan walau krisis global. Itu Pasal 34,” ujarnya.

The Prabowonomics Institute menyebut, Bab 24 ini penting untuk memahami bagaimana Presiden Prabowo memakai diplomasi bukan hanya untuk citra, tapi untuk harga gabah, harga minyak, dan lapangan kerja rakyat.

TENTANG BUKU PRABOWONOMICS
Judul: Prabowonomics: Gerakan Besar Ekonomi Rakyat Dengan Hasil Terbaik Cepat. English Title: Prabowonomics: The Great Movement of the People’s Economy with the Best Results Fast. Penulis: Yonge Sihombing, S.E., M.B.A. Inti Buku: Berdasarkan Pasal 33 & Pasal 34 UUD 1945 serta Visi Ekonomi Presiden Prabowo Subianto. Format: Buku Bilingual Indonesia – Inggris. Tebal: 946 Halaman, 6 Bagian, 42 Bab, Penerbit: Global Aksara Press.

Bagian 1 Biografi & Dasar Pemikiran; Bagian 2 Konsep Prabowonomics; Bagian 3 Program Ekonomi Unggulan; Bagian 4 Program Hasil Terbaik Cepat; Bagian 5 Program Ekonomi Prioritas; dan Bagian 6 Refleksi & Arah Kebijakan. Lampiran: Linimasa Presiden RI Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto.

Harga Versi Bahasa Indonesia: Rp 7.000.000,-; Versi Bahasa Inggris: Rp 8.000.000,-. Untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut: Kantor The Prabowonomics Institute / Yayasan Pusat Prabowonomika Indonesia (YPPI): Lt. 18 Unit 18 Gedung Neo Soho Residence Central Park Jl. Letjen S. Parman Kav. 28 Jakarta Barat HP: 0812-6688-5927 (Yonge Sihombing/Penulis), 0811-9326-260 (Hendrik Sinaga/Bendahara The Prabowonomics Institute).
Buku Prabowonomics hanya dapat dipesan melalui The Prabowonomics Institute (The PRINT / Yayasan Pusat Prabowonomika Indonesia (YPPI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *