JAKARTA – Ketua Umum Ormas Prabowonomika Indonesia, Yonge Sihombing, S.E., M.B.A., menargetkan pembentukan organisasi ini tuntas di seluruh Indonesia pada tahun 2027. Target tersebut mencakup 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, 7.277 kecamatan, 8.506 kelurahan, dan 75.265 desa. Pembentukan ini menjadi langkah strategis untuk mengawal kebijakan ekonomi nasional sampai tingkat akar rumput.
Yonge menjelaskan, Ormas Prabowonomika Indonesia lahir dari The Prabowonomics Institute atau The PRINT. Ormas Prabowonomika Indonesia bertujuan mensukseskan program Ekonomi Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran ormas ini diharapkan mampu menjembatani pemerintah dengan masyarakat di daerah.
“Kami targetkan tahun 2027 Ormas Prabowonomika Indonesia sudah terbentuk dari pusat sampai desa. Tujuannya memastikan gagasan Prabowonomics sebagai ekonomi kerakyatan dirasakan langsung masyarakat. Struktur hingga 75.265 desa ini penting agar kebijakan nasional bisa diakselerasi,” ujar Yonge di Jakarta, Senin (24/8/2026).
Sebagai penulis buku bilingual Prabowonomics, Yonge menegaskan buku tersebut menjadi rujukan utama gerakan ormas. Buku itu mengupas arah kebijakan ekonomi kerakyatan, industrialisasi, dan hilirisasi. Dengan rujukan ini, kader ormas dapat menyampaikan pesan kebijakan dengan bahasa yang sederhana.
Fokus Gerakan Ormas Prabowonomika Indonesia meliputi tiga hal utama. Pertama, edukasi kebijakan kepada masyarakat, UMKM, petani, dan buruh. Kedua, penguatan ekonomi kerakyatan melalui program kedaulatan pangan, energi, dan penciptaan lapangan kerja.
Yonge menegaskan ormas ini akan menjadi mitra strategis pemerintah. “Buruh bukan objek kebijakan, melainkan mitra strategis pembangunan.” Dengan struktur hingga desa, aspirasi masyarakat dapat tersalurkan secara langsung dan cepat.
Dalam waktu dekat, ormas akan menggelar konsolidasi nasional di Jakarta. Konsolidasi ini untuk membentuk kepengurusan di 38 provinsi dan menargetkan pelantikan awal tahun 2026. Setelah itu dilanjutkan pembentukan di tingkat kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan, hingga desa.
Ormas juga akan menggandeng perguruan tinggi, koperasi, dan pelaku UMKM. Kolaborasi ini bertujuan mempercepat pelatihan, pendampingan usaha, dan akses pembiayaan. Dengan begitu program ekonomi kerakyatan dapat berjalan produktif di lapangan.
Yonge mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergabung dalam gerakan ini. “Mari bersama kita kawal dan wujudkan ekonomi yang berpihak pada rakyat.” Ormas membuka pendaftaran kader di seluruh daerah melalui sekretariat pusat.
Yonge mengajak pemuda, profesional, akademisi, dan tokoh masyarakat untuk bergabung menjadi kader. Bersama-sama kita perlu mengawal agar program Pembangunan Indonesia benar-benar menyentuh rakyat. Partisipasi aktif dari bawah akan mempercepat terwujudnya kesejahteraan yang adil dan merata.
Ormas Prabowonomika Indonesia membuka pintu seluas-luasnya bagi siapa saja yang ingin berkontribusi. Setiap kader diharapkan menjadi penggerak di wilayahnya untuk mensukseskan visi Indonesia Maju. Dengan gotong royong, target pembangunan nasional dapat kita capai bersama.
Tentang Ormas Prabowonomika Indonesia
Ormas Prabowonomika Indonesia adalah organisasi masyarakat yang lahir dari The Prabowonomics Institute. Ormas ini fokus mensukseskan program Ekonomi Presiden Prabowo Subianto. Visi ormas adalah mewujudkan ekonomi kerakyatan yang adil, berdaya saing, dan berpihak pada rakyat kecil.
Narahubung Media:
Nama: Yonge Sihombing
Jabatan: Ketua Umum Ormas Prabowonomika Indonesia
No. HP: 0812 6688 5927

