
Medan, Prabowonomics.id – Ketua Umum Panitia Percepatan Provinsi Tapanuli (PPPT), Yonge Sihombing, S.E., M.B.A., melaporkan bahwa pihaknya telah merampungkan naskah akademik dan rancangan undang-undang (RUU) pembentukan Provinsi Tapanuli. Laporan itu disampaikan kepada Wakil Ketua Dewan Pembina PPPT, Lundu Panjaitan, S.H., M.A., saat kunjungan silaturahmi di Medan, Rabu (17/9/2026).
Menurut Yonge, kedua dokumen tersebut disusun sebagai landasan formal untuk pengajuan pembentukan provinsi baru kepada pemerintah pusat. Dokumen tersebut rencananya akan segera diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto, Badan Legislasi DPR RI, Komisi II, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.
Selain melaporkan progres RUU, Yonge juga menyampaikan bahwa buku karyanya berjudul “Prabowonomics” telah sampai kepada Presiden Prabowo Subianto. Buku tersebut berisi gagasan mengenai pemerataan pembangunan yang menurut Yonge sejalan dengan semangat pembentukan Provinsi Tapanuli.
Lundu Panjaitan, yang saat ini berusia 86 tahun, menyambut baik laporan tersebut. Ia menilai langkah penyusunan naskah akademik dan RUU merupakan kemajuan signifikan dalam perjuangan yang telah berlangsung puluhan tahun. Ia pun berpesan agar panitia tidak mundur.
Pertemuan yang turut dihadiri pengurus harian PPPT itu ditutup dengan doa bersama untuk kesehatan Presiden Prabowo Subianto agar dapat menjalankan agenda pembangunan dan pemerataan kesejahteraan di seluruh wilayah Indonesia.
Yonge menegaskan bahwa penyusunan naskah akademik dilakukan dengan melibatkan akademisi dan memperhatikan aspek historis, yuridis, sosiologis, serta potensi ekonomi kawasan Tapanuli. Hal ini diharapkan dapat memenuhi persyaratan formil dan materiil pembentukan provinsi baru.
PPPT berharap pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dapat memberikan ruang untuk pembahasan DOB, termasuk Provinsi Tapanuli, sebagai bagian dari komitmen pemerataan pembangunan dari pinggiran.
Rombongan dipimpin Ketua Umum PPPT Yonge Sihombing, S.E., M.B.A., didampingi Sekretaris Jenderal Dr. Dra. Murniati Tobing, M.Si., dan Bendahara Umum Drs. Binton Simorangkir, M.M.
Lundu Pandjaitan adalah seorang tokoh Sumatera Utara dan Tokoh Tapanuli yang pernah menjabat sebagai Bupati Tapanuli Utara, Bupati Tapanuli Tengah, Wakil Gubernur Sumatera Utara, dan Anggota DPRD RI. Lundu juga dikenal sebagai salah satu tokoh pemekaran beberapa kabupaten di Provinsi Sumatera Utara.
Lundu berpesan kepada Panitia Percepatan Provinsi Tapanuli jika Provinsi Tapanuli terwujud, supaya merangkul Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Bharat masuk ke Provinsi Tapanuli.
“Saya harap jangan tinggalkan Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Bharat”, kata Lundu Pandjaitan sembari meneteskan air mata.

