
Jenny Waskita, S.E., Ak., M.B.A.
– Pendiri/Wakil Ketua Dewan Pembina The Prabowonomics Institute (The PRINT)
– Wakil Ketua Dewan Pembina Panitia Percepatan Provinsi Tapanuli (PPPT)
Pergantian Bapak Purbaya Yudhi Sadewa oleh Presiden Prabowo Subianto pada 14 September 2026 merupakan momentum penting untuk mengevaluasi arah kebijakan ekonomi nasional.
Dari perspektif ekonomi kerakyatan dan Prabowonomics, terdapat beberapa pelajaran:
1. Jaga marwah APBN. APBN adalah amanah rakyat. Kelola dengan disiplin, transparan, dan efisien. Belanja harus produktif dan berdampak. Utang hanya untuk investasi yang menciptakan pertumbuhan dan lapangan kerja. Jaga defisit, jaga kredibilitas fiskal kita di mata dunia.
2. Pertumbuhan ekonomi harus diimbangi disiplin fiskal. Kebijakan yang agresif perlu tetap menjamin kesehatan APBN dan keberlanjutan pembangunan.
3. Koordinasi antarlembaga sangat penting. Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan lembaga ekonomi lainnya harus memiliki sinergi kuat agar kebijakan tidak menimbulkan ketidakpastian.
4. Kredibilitas dan komunikasi publik menentukan kepercayaan. Pemerintah membutuhkan kebijakan yang konsisten, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
5. Ekonomi Pancasila pasal 33 dan 34 UUD 1945 harus menjadi orientasi gagasa ekonomi Presiden Prabowo (Prabowonomics). Pertumbuhan tidak cukup diukur dari angka makroekonomi, tetapi juga dari manfaat nyata bagi rakyat, UMKM, lapangan kerja, dan pemerataan kesejahteraan.
Kesimpulan: Pergantian menteri hendaknya menjadi evaluasi konstruktif, bukan ajang menyalahkan individu. The PRINT perlu terus mendorong kebijakan ekonomi Presiden Prabowo yang berorientasi pada implementasi pasal 33 dan 34 UUD 1945 demi Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera sejalan dengan cita-cita Indonesia maju dan emas 2045.

